0800 1088888  EN

    DIRGAHAYU PT SEMEN INDONESIA (Persero) Tbk – VISI BARU, SEMANGAT BARU, STRATEGI BARU

    news / 14 Januari 2015

    a4854e98383cee9c5426b60c14773871

    PT Semen Indonesia (Persero)Tbk genap berusia dua tahun pada 7 Januari 2015. Peringatan hari jadi ditandai dengan upacara bendera di halaman kantor lama PT Semen Gresik, yang dihadiri seluruh karyawan dan jajaran direksi PT Semen Indonesia dan anak usaha. Dua tahun perjalanan kinerja PT Semen Indonesia telah mengokohkan diri sebagai perusahaan BUMN Multinasional pertama, setelah sukses melakukan akuisisi 70 persen saham Thang Long Cement Company (TLCC) di Vietnam.

    Status perusahaan multinasional membuat perusahaan pelat merah ini terus berbenah. Terbaru perusahaan holding dari PT Semen Gresik, PT Semen Padang, PT Semen Tonasa, dan TLCC ini melakukan perubahan visi perusahaan.

    Visi perusahaan yang sebelumnya “Menjadi perusahaan persemenan terkemuka di Indonesia dan Asia Tenggara” dinilai sudah tidak relevan paska ekspansi yang dilakukan manajemen dengan akuisisi TLCC.

    Untuk menjadi pelecut semangat, visi baru yang lebih menantang pun ditetapkan menggantikan visi yang lama. “Menjadi perusahaan persemenan internasional yang terkemuka di Asia Tenggara”, tidak lagi bicara regional Asia Tenggara, namun dalam visi yang lebih dikenal dengan visi 2030 ini mendorong perusahaan untuk Berjaya di tingkat dunia.

    “Visi 2030 ini telah disahkan Dewan Komisaris pada 25 Oktober 2014, update visi ini sekaligus mengukuhkan cita-cita perseroan untuk menjadi leading international perusahaan semen,” terang Plt Dirut Semen Indonesia Suparni di sela-sela upacara HUT ke 2 PT Semen Indonesia.

    Usai upacara tersebut Plt Dirut PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menandatangani launching visi 2030 didampingi jajaran direksi PT Semen Indonesia dan anak usaha. Untuk mewujudkan cita-cita dalam visi 2030 ini, manajemen menetapkan delapan bisnis cluster yang meliputi cluster semen, energy, concreate, trading, logistic, row material, infrastruktur, teknologi dan financial. Khusus bidang energi manajemen memberikan perhatian serius adanya ancaman shortage pasokan listrik dari PLN. Mengantisipasi ancaman tersebut, manajemen Semen Indonesia akan mengkaji untuk membangun pembangkit listrik sendiri yang sekaligus menjadi competitive advantage perusahaan dalam memenangkan persaingan melalui efisiensi biaya listrik.

    “Ke depan setiap pembangunan pabrik baru akan dilengkapi dengan pembangkit listrik sendiri,” tandasnya. Selain delapan bisnis cluster tersebut, kompetensi sumberdaya manusia menjadi pilar utama dalam mendorong pertumbuhan perusahaan untuk mencapai cita-cita perseroan menjadi perusahaan internasional.

    Untuk meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia tersebut, menurutnya dapat dilakukan dengan memaksimalkan Semen Indonesia Center of the Champs (SICC) yang merupakan wadah peningkatan kompetensi dan kapasitas sumberdaya manusia. Sementara untuk memperkaya pengalaman dan mempercepat peningkatan kompetensi, perusahaan akan melakukan penempatan dan penugasan pada karyawan di berbagai bidang bisnis dan wilayah operasi yang menyebar di berbagai tempat.

    “Melalui program ini diharapkan akan lahir sumberdaya manusia yang kaya pengalaman dengan kompetensi yang mumpuni untuk menjalankan delapan bisnis cluster,”pungkasnya. (bwo)

    Facebook Comments

    Leave a reply