0800 1088888  EN

    Direct Selling, Strategi Rebut Pasar Project Besar

    news / 11 October 2018

    Direct Selling menjadi langkah strategis dalam  memenangkan pasar projectbesar di Indonesia. Pasalnya, temuan data yang dibeber General Manager Corporate Marketing Semen Indonesia (SMI) Gathut Wicaksono cukup mencengangkan. Di mana dari 67 korporasi yang telah dikunjungi door to door, 81 persen corporat tak tahu bahwa pasar semen dalam negeri telah dijubeli semen asing. Dan yang aware kepada SMI hanya 37 persen saja.

    Dia mengatakan ini dalam sesi Sharing Knowledge Direct Selling, pada Workshop Group Building Capacity Direct Selling, di Ruang Pola, Gedung Pusat Penelitian Semen (PPS), Gresik, Rabu (10/10).

    “Bahkan satu BUMN mengatakan, telah menggunakan produk SMI, yaitu semen Garuda. Dan di perusahaan BUMN lain, mengatakan telah menggunakan produk SMI, yaitu semen Merah Putih. Ini sungguh mengenaskan. Namun, dengan menerapkan strategi direct selling ini, semua sudah tergambar,” kata Gathut.

    Dia menandaskan, langkah direct selling mempunyai beberapa keuntungan, yaitu SMI tahu apa yang menjadi kebutuhan riil konsumen, bisa melakukan profiling, serta mapping market lebih detail. “Dalam setiap kunjungan door to door selama dua tahun terakhir ini, kami tidak serta-merta menawarkan semen, tapi kami memaparkan portofolio SMI, termasuk mengenalkan produk-produk di luar semen. Hanya 4 persen saja yang mengentahui bahwa SMI mempunyai 40 produk di luar semen. Tentu saja kami cukup terkejut,” beber dia.

    Satu sales sempat menanyakan, bagaimana jika konsumen meminta fee atas total pembelian, dijawab dengan tegas oleh Gathut, “SMI menetapkan zero gratifikasi.”

    Namun, SMI mempunyai pelayanan yang bisa ditawarkan kepada konsumen, antara lain layanan sertifikasi tenanga ahli, edukasi, bahkan ada efford untuk organisasi atau perusahaan swasta semisal REI dan Gapensi. Yaitu dilihat dari volume pemesanan,  dan dituangkan dalam dokumen kerjasama. “Semua resmi.”

    Saat ini SMI telah melakukan pendekatan kepada beberapa perusahaan besar, dan pembicaraan telah mengarah kian dekat kepada kerja sama untuk memasok semua kebutuhan semen.

    Sementara peluang pasar sekecil apapun tetap dilirik, misalnya  menawarkan semen kepada  netizen, dan toko-toko modern, dan bidang usaha swasta, mulai digodok. “Belum ditemukan formulanya, sejauh ini kita memang membidik project project besar, karena tidak ribet,” kata dia.

    Dalam analisis Corporate Marketing, terdapat potensi 20,45 juta ton semen dari seluruh proyek BUMN. Potensi itu, mulai dari proyek bendungan dan DAM, PLTA, railwayairportsmelterport, kilang minyak dan pengolahan air minum. Di mana dari total potensi itu, sebanyak 14,145 juta ton berada di pulau Jawa. “Sejauh ini, SMI banyak menyupport proyek jalan tol. Jadi, sebenarnya potensi riil masih terbuka lebar. Yang dibutuhkan adalah door to door, dan tidak mengandalkan distributor,” simpul dia.

    Dia berharap, dukungan data base yang lengkap. Gathut membeber pengalaman, bahwa menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada pimpinan perusahaan, bisa mengangkat omzet penjualan. “Pernah kita lakukan, SMI mengucapkan selamat ulang tahun kepada satu distributor. Maka, yang biasanya dia meminta kiriman satu truk, setelah diberi ucapan selamat ulang tahun itu, pesanannya menjadi 5 truk. Jangan remehkan langkah sederhana,” pungkas dia.

    Kini pihaknya terus melakukan door to door kepada BUMN-BUMN demi terjalinnya sinergi. Mulai membangunawareness korporasi terhadap produk-produk SMI Group dengan mengenalkan produk, membangun relationshipantarperusahaan, meningkatkan  services total solutions, serta membangun management and officer networking.

    “Kita bisa dikatakan agak telambat melakukan ini, sebab dalam sebuah projet jalan tol di Sumatera, saat saya datang, di situ sudah ada tiga roda. Namun, direct selling ini patut diapresiasi, dan kami yakin akan memenangkan pasar, karena keunggulan produk kita,” kata seoerang marketing yang enggan disebut, sebagai peserta workshop.

    Workshop berrlangsung hingga Jumat (12/10). Selain diisi nara sumber internal SMI, juga menghadirkan dari Askrindo, Bank Mandiri, dan Kementerian PU, terkait strategi customer handlingbusiness to business, serta finance. (ros)

    Facebook Comments

    Leave a reply