0800 1088888  EN

    DI BALIK SUKSES PENGANUGERAHAN SMI-AI 2014 – DIKOMANDANI DEWAN INOVASI, DI PERKUAT TIM GABUNGAN

    news / 3 April 2015

    “Seperti orang punya gawe (hajatan), Mas,” celetuk M Kharis, staf Dewan Inovasi SMI, Ketika di tanya bagaimana repotnya mengurusi awarding SMI-AI. Malam itu kharis memang super sibuk. Sejak pagi dia mondar-mandir untuk mengecek tetek bengek persiapan acara. Handytalky nyaris tidak pernah lepas dari genggaman.

    Menyiapkan acara yang dihadiri tak kurang 1.000 undangan memang tidak mudah. kendati rundown sudah disususn jauh-jauh hari, toh segala sesuatunya bisa berubah di lapangan. Dewan Inovasi, sebagai empunya gawe, membentuk panpel penganugerahan yang terdiri dari beberapa unsure. Tim inti beranggotakan lima orang, yakni Indrati, M Kharis, Magdalena Sumule, Rachmad Budiman, dan Dwi Mardianawati. Mereka dibantu Ira Ustiningrum dan Lilik Isminingsih.

    Dari unsur CSR ada Slamet Mursidiarso serta Sri Wahyuningsih, sedangkan panitia lokal Semen Padang menerjunkan hari Utama, Suryadi Wizar, Yulbahri, Arfan Asmaraputra, Maman Abdurrohman dan Hera. “ Kita lantas bagi tugas. Saya sebagai koordinator acar keseluruhan, sedangkan Bu Indrati selaku penangung jawab,” imbuhnya.

    Berikutnya ada panitia bidang acara, terima tamu, perlengkapan, serta tim manajer yang bertanggung jawab mengkoordinasikan delegasi finalis dari masing-masing OpCo. “Mereka yang memobolisasi para finalis dari Gresik, Makassar, Padang, dan TLCC Vietnam. Dari penyiapan Akomodasi sampai mengatur kapan harus naik panggng,” beber Kharis.

    Acara anugerah SMI-AI 2014 dibagi dalam dua sesi, yakni sesi 1 (innovator party) pada pukul 08.00-15.00 WIB, dan sesi II (awarding) pukul 19.00-23.00 WIB. Di samping itu ada poster contest yang diikuti 234 inovasi yang terdaftar, serta innovation bazaar yang menampilkan 45 booth finalis dari empat OpCo. “Booth itu menjadi ajang presentasi dan promosi dari finalis kepada para pengunjung ,” ujar dia.

    Malam awarding menjadi puncak acara yang ditunggu-tunggu, yakni ketika para jawara inovasi di lima ketegori diumumkan satu persatu. Termasuk peraih penghargaan Best of The Best tingkat holding yang di menangi tim Progressive SQC (Semen Indonesia) The Young Man (Semen Tonasa), Avira (Semen Tonasa), Krismon (Semen Padang), VUB-8 (Semen Indonesia), serta Trend Mark yang menggondol penghargaan khusus untuk inovasi paling kreatif. Acara ditutup dengan penampilan Band Wali yang berlangsung hingga tengah malam. “ Banyak sekali manfaat dan hikmah yang kita petik dari malam penganugerahan SMI-AI 2014 di Padang kemarin, salah satunya kita bisa meningkatkan konsolidasi antara OpCo sehingga semakin solid,” tegas pria asal Gresik ini.

    Lebih jauh Kharis mengatakan, SMI-AI 2014 merupakan rangkaian kegiatan panjang yang dimulai registrasi peserta pada Januari sampai Juni tahun lalu. Setelah itu masuk tahap verifikasi internal, berlanjut ke meja tim evaluasi independen, dewan juri independen, dan di akhiri penetapan nominasi. Tahun iniSemen Gresik dan Semen Padang meloloskan 14 finalis, Semen Tonasa di wakili 13 finalis, plus tiga finalis dari Vietnam.

    SMI-AI  digelar dengan enam tujuan yaitu membangun dan menumbuhkan budaya inovasi, meningkatkan kompetensi karyawan, memperkuat semangat konsolidasi, memberikan apresiasi kepada karyawan berprestasi, meningkatkan corporate image dan daya saing perusahaan dan menciptakan Best Practices di lingkungan SMI Group.

    Membangun budaya inovasi tidaklah mudah, apalagi masih ada orang-orang yang bersuara miring terhadap misi mulia ini. Mereka menganggap inovasi itu susah, atau sarat dengan rekayasa. “ Solusinya, mereka yang bersuara miring akan kita rangkul, kita beri pengertian hingga akhirnya aware pada event ini. tahap selanjutnya kita harapkan orang-orang itu bisa menjadi agen inovasi,” papar dia. Kharis dan Kawan-kawan tak pernah lelah mensosialisasikan bahwa Gerakan Semen Inovasi Semen Indonesia (GI-SI) adalah gerakan bersama, bukan milik Dewan Inovasi semata. Maka itu pihaknya selalu melibatkan karyawan berprestasi untuk menjadi instruktur, atau mengajak mereka dalam proses verifikasi inovasi. Dengan begitu mereka paham bahwa inovasi itu ternyata tidak sulit, hingga muncul rasa ikut memiliki.

    “Jadi sebenarnya Gerakan Inovasi itu dari kita untuk kita. Memang butuh waktu untuk menyamakan presepsi seperti ini pada seluruh karyawan Semen Indonesia,” aku kharis. Pertama, pihaknya mengupayakan agar karyawan SMI Group aware dulu terhadap inovasi. Setelah itu mereka akan dirangsang agar bisa berpikir kritis, mengembangkan ide-ide inovasi, dan kemudian mengaktualisasikannya.

    Dewan inovasi dalam hal ini memilih strategi senyap, yaitu tidak terlalu banyak seremonial event, melainkan langsung masuk ke unit- unit kerja untuk mengidentifikasi inovasi yang ada. “Kami juga menghidupkan lagi Klinik inovasi, baik via telepon, email, atau door to door. Pokoknya kalau ada karyawan yang punya ide inovasi, silahkan hubungi kami. Kami siap bantu kapan saja,” katanya.

    Mulai tahun ini pihaknya juga mengukur presentase partisipasi karyawan dalam berinovasi. Hasilnya, sebut Kharis yang rajin berinovasi masih sedikit dan cenderung itu-itu saja. Misalnya, untuk Semen Indonesia dari total 1.663 karyawan, yang berinovasi baru 327 orang.

    “Itu merupakan PR bagi Dewan Inovasi dan seluruh karyawan SMI Group. Sekali lagi kami mengingatkan bahwa inovasi bisa mengubah tantangan menjadi peluang, dan pada akhirnya meningkatkan daya saing perusahaan,” tutupnya. (lin)

    Facebook Comments

    Leave a reply