0800 1088888  EN

    Deputi Kementerian BUMN Resmikan Arboretum Bukit Daun

    CSR, komunitas, news / 23 Februari 2018

    [:id]Destinasi wisata Arboretum Bukit Daun yang berlokasi di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jatim, akhirnya resmi dibuka untuk umum. Peresmian dilakukan Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah bersama Dirut Semen Gresik Mukhamad Saifudin, didampingi Dirut Semen Indonesia Hendi Prio Santoso, Kamis (22/2).

    Arboretum Bukit Daun tengah populer di kalangan wisatawan dari Tuban dan sekitarnya. Lokasinya berada di area penambangan batu kapur pabrik Semen Gresik, sekitar 18 km dari Kota Tuban atau bisa ditempuh sekitar ½ jam perjalanan. Disebut Bukit Daun karena taman ini berada di ketinggian dan bentuknya menyerupai daun.

    Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto yang turut dalam peresmian tersebut menjelaskan, Arboretum Bukit Daun menempati lahan seluas 1.000 m2. Taman ini mulai dibangun akhir Desember 2016 dan rampung pada Januari 2018. “Taman Bukit Daun selain rindang juga memiliki 10 pohon langka yang sudah jarang dijumpai, seperti kawista, damar, gaharu, ulin, duwet, dan kurma. Ada pula beberapa tanaman obat yang tumbuh subur di Taman Bukit Herbal, tepat di depan Bukit Daun ini,” terang Agung Wiharto.

    Arboretum, yang juga disebut Taman Reklamasi oleh warga sekitar, dilengkapi fasilitas gratis bagi para pengunjung. Antara lain tempat parkir dan toilet. Selain itu, bagi yang suka mengunggah swafoto juga disediakan spot-spot foto yang menarik. Khusus hari Senin-Jumat, arboretum dibuka untuk umum pukul 15.00-17.00 WIB. Sedangkan hari Sabtu-Minggu bisa disinggahi pukul 08.00-17.00 WIB.

    Lebih lanjut Agung menjelaskan, selama ini Semen Indonesia telah menerapkan penambangan ramah lingkungan. Bukti itu bisa ditemui di lapangan berupa eks tambang batu kapur yang disulap jadi hutan jati nan hijau. Sedangkan bekas tambang tanah liat dijadikan embung penampung air yang bisa difungsikan untuk pertanian dan budidaya ikan. “Para petani merasakan betul manfaat embung air tersebut. Dari yang semula panen sekali setahun, sekarang bisa tiga kali dalam setahun,” paparnya.

    Hingga tahun 2017, Semen Indonesia telah melakukan reklamasi lahan pascatambang batu kapur seluas 187,66 hektare dengan jumlah pohon sebanyak 187.935 batang. Sedangkan reklamasi di bekas tambang tanah liat seluas 67,04 hektare dengan jumlah pohon mencapai 109.932 batang. Pohon yang ditanam antara lain jati, johar, mahoni, sengon, flamboyan, trembesi dan kesambi. (*)

    smile.semenindonesia.com[:]

    Facebook Comments