0800 1088888  EN

    Departemen Produksi Semen Optimistis Penuhi Target 2017

    news / 26 January 2017

    Bahasa Indonesia tidak ditemukan For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

    Departemen Produksi Semen menanggung beban tidak ringan di tahun 2017. Sesuai RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan), jajaran yang dipimpin Martanus Sanjaya itu ditargetkan mampu memproduksi 13,5 juta ton semen. Angka ini merupakan akumulasi produksi dari empat pabrik Semen Gresik di Tuban.
    Sementara  grinding mill di Cigading, Banten, diwajibkan bisa menyumbang produksi 990 ribu ton semen. “Pertengahan Februari nanti Cigading sudah running. Mudah-mudahan semuanya lancar,” kata Kadep Produksi Semen SG Martanus Sanjaya yang ditemui di Tuban, Jumat (20/1). Selain volume, aspek kualitas dan lingkungan menjadi concern utama yang tidak boleh dilalaikan omeprazole 40 mg.
    Martanus mengungkapkan, dalam Workshop Departemen Produksi yang berlangsung di ruang Wijaya Kusuma, Kantor Pusat Semen Gresik (KPSG), Tuban, Selasa (17/1) lalu, seluruh peserta kompak, satu kata dan satu semangat untuk mewujudkan target tersebut. “Pendeknya kami optimistis mampu memenuhi target yang dibebankan perusahaan,” tegas dia.
    Demand semen nasional, ungkap Martanus, biasanya agak lambat di semester I dan tiba-tiba melonjak pada semester berikutnya. Karena itu pihaknya sengaja menjadwalkan sejumlah perbaikan peralatan di semester I, guna mengantisipasi lonjakan permintaan semen di semester II. “Seperti sekarang ini, kita overhaul di finish mill 4. Nanti pada Juni seluruh peralatan sudah sehat semua dan mampu beroperasi optimal,” terangnya.
    Bicara tentang d’forum bertajuk ‘Be a leader through quality, capacity and availability stock, cost efficiency, and environmentally friendly behavior’ yang diikuti 60 peserta dari berbagai unit kerja di lingkungan Departemen Produksi Semen, termasuk beberapa perwakilan dari departemen lain, Martanus menyebut itu sebagai wahana sharing knowledge yang digelar tiap awal tahun. “Kemarin itu sebanyak 15 unit kerja mempresentasikan program masing-masing untuk mendukung target perusahaan. Maka itu acaranya berlangsung sampai sore hari,” ucap Martanus.
    Nanti pada akhir semester I akan ada evaluasi mengenai capaian serta kendala-kendala yang muncul, sebagai acuan melakukan perbaikan. Sebab, seperti dia katakan sebelumnya, pasar semen selalu melonjak di semester dua. “Jadi jangan sampai kita keteteran memenuhi permintaan pasar,” ujar dia.
    Di sisi lain, workshop bertajuk ‘Be A Leader Through Quality, Capacity and Availability Stock, Cost Efficiency and Environmentally Friendly Behavior’ tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi SDM. Pasalnya, setiap unit kerja menjadi lebih paham dan bertanggung jawab dengan tugasnya masing-masing. (lin/bwo)
    Facebook Comments