0800 1088888  EN

    CSR SEMEN GRESIK CETAK PENGUSAHA SAMPAI PELAJAR UNGGUL

    news / 9 Maret 2015

    Banyak hal yang telah di lakukan manajemen semen Gresik di Tuban terhadap warga setempat, terutama di 26 desa pada 5 kecamatan yang masuk ring satu. Beberapa program corporate social responsibility (CSR) Mampu meningkatkan kehidupan ekonomi, sosial dan pendidikan mereka. Misalnya program Wirausaha Muda Kokoh (WMK) berupa pelatihan selam enam bulan untuk mencetak entrepreneur muda, mandiri dan tangguh.

    “ Program WMK bisa di ikuti siapa saja, yang penting bisa baca tulis dan punya minat kuat untuk maju,” terang Kasi Bina Lingkung an Tuban Hery Kurniawan, kala menerima rombonganWisata Green Industry ( WGI) II  di kantor semen Tuban, Sabtu (14/2). pelatihan yang di berikan meliputi pembuatan rencana usaha, manajemen keungan, strategi pemasaran,  sampai  bantuan modal atau peralatan.

    Setalah di laksankan beberapa tahun, WMK pun melahirkan pengusaha-pengusaha muda yang tangguh. Meraka adalah warga sekitar pabrik yang tidak bisa melanjutkan sekolah akibat keterbatasan biaya, juga para petani miskin yang tidak pernah terpikir jadi pengusaha. Muhammad Tono alias Tono Kambing cah ndeso yang kini jadi peternak sukses, adalah satu lulusan program WMK.

    “Mas Tono ini maunya jadi petani, tidak terpikir bakal jadi pengusaha. Sekarang sukses jadi peternak dan bisa memberikan lapangan kerja bagi orang lain,” paparnya tntang kiprah warga Temandang, Kecamatan Merakurak, yang ikut memberikan testimoni tersebut. Sedangakan Daswati dan Wahyuningsih, juga warga Temandang, pilih jadi juragan emping jagung, Usaha itu di tekuni bersama anggota kelompoknya yang berjumlah 20 orang.

    Hery melanjutkan, secara umum program dan anggaran CSR di fokuskan pada warga ring satu (70 persen) yang terkena dampak langsung, plus warga sekitar pabrik. Wrga ring dua mendapat jatah 20 persen, sementara ring tiga mendapat 10 persen. Tanggung jawab dan pengabdian korporasi di ejawantahkan mlalui program Si Cerdas, Si Prima, Si Lestari dan Si Peduli. “ Kmi juga buka kelas khusus sejak tahun 2004. Wujudnya beruap bimbingan kepada siswa-siswi SMP kelas 9 yang potensial,” ujar dia.

    Siswa-siswi SMP yang semula kurang pede masuk SMAN atau SMKN atau SMKN favorit itu di beri bimbingan belajar secara intensif. Untuk program ini, jelas Hery, Pihaknya menggandeng Primagama Tuban. Dulu anak-anak di wilayah ring satu tidak ada yang bermimipi masuk SMAN 1 Tuban. “Pertama, mereka kurang pede. Kedua, ekonomi orangtuanya terbatas. Dan Ketiga, mereka sudah di tunggu terop ( mau di nikahkan, red),” jelasnya di timpali tawa puluhan blogger Rembang yang jadi peseta WGI II.

    Lewat program Si Cerdas pihaknya ingin mengubah anak-anak desa itu menjadi pribadi unggul dan pintar sehingga kelak bisa diserahi tanggung jawab mengelola pabrik Tuban. Afandi, salah satu penerima beasiswa  Semen Gresik, mengakui dirinya dulu tidak pernah bercita-cita masuk SMAN 1 Tuban. “ setelah di beri bimbingan belajar ternyata bisa,” ujar pelajar yang rumahya hanya berjarak 1 km dari pabrik Tuban ini.

    Menrut Afandi , penerima beasiswa semen Gresik seperti dirinya ada ratusan pelajar. Meraka tak perlu membayar uang sekolah serta seragam, bahkan masih ada sisa beasiswa yang bisa di jadikan uang saku. “ Selain bimbingan belajar ada juga Latihan kepemimpinan dan outbond. Wawasan seperti itu penting sekali bagi pelajar,” akunya. (lin)

    Facebook Comments

    Leave a reply