0800 1088888  EN

    CLEAN DEVELOPMENT MECHANISM – TIM EPIC SUSTAINABILITY BANGALORE LAKUKAN VERIFIKASI EKSTERNAL

    news / 24 Juni 2016

    PT Semen Indonesia (Persero) Tbk selalu berkomitmen melakukan pengurangan emisi CO2 melalui operasional pabrik yang ramah lingkungan. Tak hanya sekedar klaim, komitmen ini bahkan telah mendapat pengakuan internasional melalui Clean Development Mechanism (CDM) Project. CDM adalah mekanisme di bawah protokol Kyoto yang dimaksudkan untuk membantu Negara maju atau industri memenuhi sebagian kewajibannya menurunkan emisi gas rumah kaca, membantu negara berkembang dalam upaya menuju pembangunan berkelanjutan dan kontribusi terhadap pencapaian tujuan Konvensi Perubahan Iklim. Satuan jumlah emisi gas rumah kaca yang bisa diturunkan, dikonversikan menjadi sebuah kredit yang dikenal dengan istilah Certified Emissions Reduction (CER)-satuan reduksi emisi yang telah di sertifikasi (1 CER = 1 tonCO2eq). Selain pengakuan internasional atas operasional yang ramah lingkungan, program ini juga memungkinkan Semen Indonesia untuk menjual sertifikasi penurunan emisi (CER). Mei 2015 lalu Semen Indonesia telah menandatangani Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) dengan Swedia yang merupakan persetujuan jual beli CER. Harga CER yang disepakati dalam perjanjian tersebut adalah 3,75 EUR/CER. Technology & Product RD Spesialist Semen Indonesia Rahadi Mahardika menjelaskan, program ini mulai diinisiasi tahun 2009 dengan pembuatan project design document (PDD) dengan nama proyek “Partial substitution of fossil fuel with biomass at Semen Gresik cement plant in Tuban”. Tahap pertama CER yang dijual belikan dengan pihak Swedia ini mencapai 90.000 ton CO2eq. “Nilainya mungkin tidak seberapa, tapi dari sisi image memiliki nilai yang cukup mahal. Langkah kita dalam turut serta mengendalikan emisi lingkungan dan pencegahan pemanasan global telah diakui dunia internasional,”tuturnya. Untuk semakin menguatkan pengakuan internasional, verifikasi eksternal terhadap CDM Project pun dilakukan. Tahap pertama verifikasi dilakukan selama dua hari pada 30-31 Mei 2016. EPIC Sustainability, Bangalore dengan verifikator bernama Prabu Das dari India ditunjuk sebagai designated operational entity (DOE) oleh Unite Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) untuk melakukan verifikasi atas pelaksanaan dan kelengkapan dokumen CDM Project Pabrik Tuban. Pelaksanaan verifikasi ini juga didampingi oleh Diko Dewanto dan Azani Sidharta dari Konsultan SCC (Sindicatum Carbon Capital) serta Prihadi Setyo Darmanto sebagai local assessor & expert. Dokumen pendukung yang menjadi obyek verifikasi adalah data produksi mulai tahun 2012 hingga Februari 2016. Verifikasi eksternal ini merupakan peninjauan independen secara periodik dan penentuan akhir oleh DOE dari pemantauan pengurangan emisi gas rumah kaca atas hasil dari kegiatan proyek CDM yang terdaftar selama periode verifikasi. Setelah dibuka dengan opening meeting di ruang rapat CCR Tuban 1&2 oleh Kepala Departemen Litbang Teknologi & Produk, Teguh Sutrisno, Senin (30/5), verifikasi ini langsung diawali dengan audit bidang ketaatan lingkungan. Ijin lingkungan seperti RKL-RPL, pengukuran emisi udara dan pelaporan hasil, ISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan) menjadi beberapa poin yang diverifikasi oleh verifikator. Selain itu, beberapa bidang yang dilakukan audit oleh EPIC adalah penerimaan biomass (tonase biomass, sumber biomass, jarak asal biomass, sistem shipment management), Sertifikat kalibrasi internal (pfister feeder, belt scale sekam, kiln feed, ultimate analyzer), Sertifikat kalibrasi test weight, Sertifikat kalibrasi eksternal (jembatan timbang sekam, Metler Toledo untuk test weight), Sertifikat Analisa NCV (biomass, fine coal, IDO) dan ISO 17025, Monthly Report CDM 2012 – 2016 (pemakaian biomass, produksi clinker, pemakaian batubara & IDO), Biomass mapping report 2012 – 2015, Semua IK (Instruksi Kerja) yang terkait, Realisasi training (pelatihan) yang terkait, dan Sistem PLG Web. Verifikasi dilaksanakan dengan meninjau langsung kondisi lapangan. Selama dua hari pelaksanaan verifikasi, ditemukan sejumlah temuan yang bersifat minor dan harus segera dilakukan perbaikan. Setelah temuan ini dapat diselesaikan, EPIC akan melakukan sertifikasi sebagai jaminan tertulis oleh DEO bahwa selama jangka waktu tertentu kegiatan proyek CDM telah mencapai pengurangan emisi gas rumah kaca. Sertifikat hasil verifikasi tersebut kemudian akan diajukan untuk penerbitan CER kepada UNFCCC. Sejak pelaksanaan verifikasi ini, penerbitan CER baru akan selesai dalam kurun waktu 4 hingga 5 bulan. CER yang diterbitkan UNFCCC inilah yang nantinya akan dibeli oleh Swedia sebagai bukti keberhasilan perseroan dalam menurunkan emisi gas CO2. Kontrak kerjasama jual beli CER ini dilakukan selama 5 tahun yaitu 2013 – 2018, dengan total CER yang diperjual belikan adalah sebesar 220.000 tonCO2eq. Dalam kontrak tersebut proses jual beli dibagi menjadi 3 periode, yaitu periode vintage pertama Januari 2013 – Februari 2015, periode vintage kedua Maret 2015 – April 2016 dan periode vintage ketiga Mei 2016-Februari 2018 (lihat tabel). (bwo)

    Facebook Comments

    Leave a reply