0800 1088888  EN

    Bobot Keilmuan Semen Indonesia Award on Innovation Meningkat

    news / 19 Januari 2015

    Tren positif ditorehkan ajang Semen Indonesia Award On Innovation (SMIAI) 2014. Tiap tahun, even bergengsi di lingkungan Semen Indonesia Group ini alami peningkatan. Khususnya dalam sisi keilmuan atau akademik. “Trennya positif. Hasil evaluasi kita, tiap tahun ada peningkatan. Khususnya dalam pengutan teori yang menjadi bagian tak terpisah dari sebuah karya inovasi,” terang Dr Ir Tantowi Ismail MSc, salah satu juri SMI-AI dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

    Menurut Tantowi, pada ajang kali ini, para peserta mulai menunjukkan keseriusan dalam melengkapi aspek keilmuannya. Ini berbeda dengan kondisi sebelum ini yang biasanya hanya berdasarkan pada pengalaman di lapangan semata. “Saya makin optimistis, ke depan, karya teman-teman di Semen (Indonesia) akan menyamai atau bahkan melebihi karya akademik di perguruan tinggi,” ujarnya.

    Selama ini, karya inovasi di SMI-AI miliki keunggulan dari sisi aplikatif. Pasalnya, karya-karya yang ditampilkan sebagian besar berasal dari pengalaman di lapangan. Hanya saja, karya tersebut kadangkala masih lemah dari sisi teoritisnya. Nah, sisi lemah ini yang terus digarap. Baik dari sisi metodologi maupun aspek penjelasan lainnya.

    “Dengan begitu nanti karya itu bisa dipakai oleh siapapun karena dari sisi teori terlengkapi sedang aplikasinya tak diragukan lagi karena sudah teruji di lapangan,” bebernya.

    Meski begitu, jalan ke arah sana masih harus terus diperjuangkan. Kuncinya, terang Tantowi, semua elemen di Semen Indonesia tak boleh berpuas diri. Semua harus kerja keras, berpikir inovatif dan kreatif tiada henti. “Harus terus digelorakan. Tak boleh berhenti atau berpuas diri. Di era seperti sekarang ini, inovasi akan memberi nilai tambah bagi perusahaan. Tak ada pilihan bagi kita semua untuk sekedar berhenti atau memperlambat langkah. To be or not to be,” tandasnya.

    Seperti diketahui, gelaran SMI-AI dan SMI-QC tahun 2014 mulai bergulir. Di lingkungan Semen Gresik, ajang ini telah tuntas digelar pada 6-8 Januari 2014 lalu. Masing-masing tim sudah mempresentasikan karya nya di depan dewan juri. Selain Tantowi, untuk SMI-AI ada dua juri lain yang ambil bagian yakni Dr Ir Prihadi Setyo Darmanto (ISBI/ITB) dan Dr Ir Gendut Suprayitno, MM (praktisi/mantan Dirut United Tractor). Menurut M Kharis dari Dewan Inovasi SMI, tahun ini, jumlah peserta sedikit mengalami penurunan dibanding tahun 2013 lalu.Tahun ini, peserta yang mendaftar sebanyak 72 tim, turun dua tim dibanding tahun lalu. Begitu juga di ajang SMI-QC, jumlah peserta susut dari 57 (2013) menjadi 46 tim. Kendati begitu, Kharis mengklaim dari sisi kualitas alami peningkatan. Pasalnya, metode seleksi yang dilakukan tahun ini lebih ketat. Salah satunya lewat proses visitasi dan interview di lapangan.“Saya belum tahu berapa prosentasenya. Tapi, yang pasti alami peningkatan dibanding yang lalu,” yakinnya. Terkait dengan langkah selanjutnya, terang Kharis, pihaknya memastikan segera mengurus paten karya-karya inovasi yang memiliki bobot tinggi dan orisinil.

    Saat ini, upaya tersebut sudah dilakukan. Khususnya karya-karya pemenang SMI-AI di tahun sebelumnya. “Tahap berikutnya karya pemenang ini akan diuji kembali oleh para ahli yang kompeten sebelum kita daftarkan ke HAKI,” jelasnya. Saat ini, proses penilaian SMI-AI tengah menyambangi Semen Tonasa. Selanjutnya akan ke Padang dan direncanakan pada Februari 2015 nanti sudah bisa diketahui para pemenangnya. (ram)

    Sumber : Gapura

    Facebook Comments

    Leave a reply