0800 1088888  EN

    Bintang Tiga untuk Pabrik Tuban

    news / 6 Januari 2016

    Kinerja Pabrik Tuban sepanjang 2015 mendapat acungan jempol. Direktur Utama Semen Indonesia Ir Suparni tanpa ragu memberi bintang tiga, khususnya dalam operasional kiln. Apresiasi ini diberikan dirut dalam penandatanganan kantong semen terakhir di Gedung PPS Gresik, Rabu (30/12).

    Agenda rutin tutup tahun ini juga dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi dan pemberian apresiasi. “Kinerja Pabrik Tuban pantas diberikan bintang tiga. Yang terbaik diantara OpCo lainnya,” sebut dirut yang langsung disambut tepuk tangan yang hadir. Acara ini dihadiri langsung jajaran Komisaris dan Direksi Semen Indonesia, Direksi Seman Padang, Semen Tonasa dan pimpinan TLCC Vietnam lewat saluran vicon.

    Pabrik Tuban 1 mendapat tiga bintang dengan operasional kiln selama 344 hari. Running day ini menurut Dirut telah menyejajarkan Pabrik Tuban dengan standar internasional best practice. “Di Iran running day kiln terlama 340 hari, ini berarti kita telah mampu menerapkan internasional best practice, tinggal bagaimana kita dapat istiqomah menjalankannya,”ucapnya.

    Tak hanya itu, Pabrik Tuban 2 yang didesain dengan kapasitas produksi semen sebesar 2,5 juta ton bahkan mampu melampui desain awal dengan produksi semen sebanyak 3,5 juta ton dalam setahun. Catatan rekor produksi klinker pun ditorehkan Pabrik Tuban dengan catatan 2,767 juta ton klinker. Dari keberhasilan ini, dirut mengingatkan agar adalesson learned yang dapat dibagi dengan unit kerja atau operating company lain. “Improvement dan operasional yang dilakukan dalam keberhasilan ini harus dicatat sebagai lesson learned. Jangan dibiarkan menguap dan lenyap,”pintanya.

    Dari sejumlah evaluasi yang telah dilakukan, mantan Direktur Produksi dan Litbang ini mengajak seluruh jajaran pimpinan dan karyawan untuk dapat meningkatkan partisipasi, usaha dan upgrade diri untuk menjadi agen perubahan bagi kemajuan perusahaan. Dengan partisipasi aktif dan etos kerja tinggi dari seluruh karyawan dan pimpinan, Semen Indonesia diyakini akan mampu mengejar ketertinggalan untuk menahbiskan diri menjadi perusahaan global.

    Ajakan Suparni ini pun mendapat dukungan dari Dirut Semen Gresik, Sunardi Prionomurti yang turut mengajak seluruh jajaran karyawan untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan. “Sudah banyak yang kita peroleh dari perusahaan ini, sekarang saatnya kita untuk bekerja lebih giat dan keras untuk memajukan perusahaan,”tandasnya.

    Menyinggung soal diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai tahun ini, Ir Suparni meminta seluruh jajaran SMI Group tidak gagap menyikapi. Meski MEA baru dimulai tahun ini, sejatinya nuansa persaingan internasional dalam industri semen domestik telah berlangsung sejak lama dengan adanya pemain-pemain besar industri semen dunia yang telah membangun pabriknya di Indonesia. Kondisi ini menurut dirut seharusnya menjadi bekal bagi Semen Indonesia dalam menghadapi MEA.

    “Kita seharusnya tidak lagi gagap dalam menghadapi MEA, karena jauh sebelum ini kita mengalami persaingan internasional dalam industri semen domestik,”tuturnya. Banyaknya pemain besar yang ada di Indonesia membuat Semen Indonesia harus selalu berupaya untuk menerapkan operation excellent agar dapat memenangi persaingan. Tak hanya operation excellent, dalam melakukan investasi pun menurut Dirut harus benar-benar jeli agar tidak justru membebani perusahaan.

    “Ibaratnya kebanyakan kolesterol dan asam urat, membuat perusahaan tidak bisa lari, lincah dan menjadi pemain yang disegani. Karena itu harus benar-benar memilih investasi yang non kolesterol,” selorohnya.

    Sementara Komisaris Semen Indonesia, Hadi Waluyo dalam arahannya meminta agar seluruh karyawan dan pimpinan dapat memperkuat kebersamaan, kerja keras dan fokus pada hal-hal yang perlu diberdayakan kembali. Dalam hal ini pihaknya meminta agar semua unsur pimpinan harus selalu turun lapangan tiap kali ada kendala sehingga dapat memberikan motivasi, dorongan dan solusi dari setiap kendala yang dihadapi.

    Di sisi lain, purnawirawan TNI bintang tiga ini juga mengingatkan pentingnya inovasi untuk dapat terus meningkatkan kinerja dan efisiensi perusahaan. Menurutnya, ke depan perang harga sulit untuk dielakan sehingga biaya produksi harus dapat ditekan dengan penerapan cost leadership. “Budaya CHAMPS harus dapat merasuk dalam tingkah laku kita, sehingga operasional perusahaan akan dapat berjalan optimal dan efisien,”tegasnya. (bwo)

    Facebook Comments

    Leave a reply