00 Arboretum Tuban, Destinasi Wisata Baru yang Kian Digemari - Semen Indonesia

    0800 1088888  EN

    Arboretum Tuban, Destinasi Wisata Baru yang Kian Digemari

    CSR, news / 21 February 2018

    [:id]Warga Kabupaten Tuban dan sekitarnya punya tujuan wisata baru yang belakangan makin populer. Namanya Arboretum Bukit Daun yang terletak di area tambang batu kapur Pabrik Semen Gresik. Arboretum adalah kebun botani yang mengoleksi pepohonan. Disebut Bukit Daun karena berada di ketinggian dan bentuknya menyerupai daun.

     

    Menempati lahan seluas 1 hektare, arboretum Tuban mulai dibangun akhir Desember 2016 dan baru rampung Januari 2018 lalu. “Arboretum Bukit Daun berisi koleksi 10 tanaman langka yang sudah jarang dijumpai di tempat-tempat umum. Antara lain kawista, damar, gaharu, ulin, duwet, juga kurma yang khusus kita datangkan ke sini,” terang

    Kepala Seksi Reklamasi Lahan Pabrik Tuban, Eko Purnomo, Kamis (15/2).

     

    Di depan Arboretum Bukit Daun terdapat Arboretum Bukit Herbal yang menampung 13 koleksi tanaman obat. Malah, sambung Eko, ke depan pihaknya juga berencana membuat kebun pangkas kayu putih. “Dan akan disusul tema-tema lain yang sedang kita rancang. Tapi karena berada di area penambangan, tentu saja tempat wisata ini tidak bisa dikunjungi setiap saat,” tukas dia.

    BACA JUGA: Siswa SMA se-Jatim Berlomba Abadikan Eks Lahan Tambang

     

    Khusus hari Senin-Jumat, arboretum dibuka untuk umum pukul 15.00-17.00 WIB. Sedangkan hari Sabtu-Minggu bisa disinggahi pagi sampai sore. Eko bersyukur, sejak di-launching Januari lalu angka kunjungan ke arboretum terus meningkat. Peminat tempat wisata yang juga disebut Taman Reklamasi ini bukan cuma warga Tuban dan sekitarnya. “Ibu-ibu itu datang satu rombongan dari Jogja,” kata Eko sambil menunjuk sekumpulan ibu yang tengah berswafoto di bukit herbal.

     

    Kebun koleksi pohon langka yang berbatasan dengan hutan jati hasil reklamasi lahan tambang batu kapur tersebut juga jadi destinasi menarik bagi siswa TK maupun SD. Terutama siswa sekolah yang berkonsep alam. “Walau begitu siswa dari sekolah umum juga banyak. Rupanya mereka penasaran, kok ada taman di atas bukit kapur. Apalagi kami juga sediakan papan informasi tentang koleksi tanaman langka di sini. Jadi mereka bisa rekreasi sambil belajar,” katanya lagi.

     

    Menurut Eko, dengan membangun arboretum, secara tidak langsung Semen Gresik ingin menunjukkan praktik penambangan ramah lingkungan kepada masyarakat umum. Bukti itu bisa ditemui di lapangan berupa eks tambang batu kapur yang disulap jadi hutan jati nan hijau. Sedangkan bekas tambang tanah liat dijadikan embung penampung air yang bisa difungsikan untuk pertanian.

     

    “Sudah kita siapkan tempat parkir dan toilet, semuanya gratis. Silakan berkunjung kapan saja, yang penting ingat-ingat jam bukanya,” tutur Eko yang siang itu mendampingi puluhan siswa SMA se-Jatim yang tengah mengikuti lomba fotografi di Taman Reklamasi. (lin/fir/jko)

    smile.semenindonesia.com[:]

    Facebook Comments