0800 1088888  EN

    Apresiasi Menakertrans Terhadap Pencapaian Semen Indonesia

    news / 3 September 2014

    Hubungan yang harmonis antara manajemen dan karyawan menjadi sesuatu yang wajib manakala sebuah entitas berkeinginan mencapai kejayaan. Tidak hanyaitu, pola hubungan yang stabil, dinamis, dan demokratis harus terus dijaga sebagai modal dalam menghadapi Asean Economic Community (AEC) 2015 mendatang.

    Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Republik Indonesia Muhaimin Iskandar, saat memberi pembekaIan pada acara Temu Kenal SKSI, di Gedung Auditorium Kantor Pusat Semen Gresik, Tuban, Jumat (29/8). “Acara ini sekaligus perwujudan kebersamaan dalam rangka memajukan perusahaan dalam filosofi hubungan industrial yang terkandung dalam asas kekeluargaan dan kegotongroyongan,” katanya.

    Hadir pada kesempatan itu Wabup Tuban Noor Nahar Husein, Dirut PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMI) Dwi Soetjipto, Dirprod SMI Suparni, jajaran Direksi VO-SMI, Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial & Jaminan Sosial (PHI dan Jamsos) Myra M Hanartani, Staf Khusus Menakertrans, pejabat eselon 2 Kemenakertrans Propinsi Jatim dan Kabupaten Tuban, pejabat eselon 1 dan 2 PT SMI, juga pengurus Federasi Serikat Karyawan BUMN Strategis, Serikat Karyawan Sinergi, dan seluruh Pengurus SKSI.

    Dalam menjalin hubungan yang harmonis ini, imbuh Muhaimin yang akrab dengan panggilan Cak Imin, perusahaan BUMN seharusnya menjadi pionir dan teladan bagi perusahaan-perusahaan swasta. Terlebih beberapa bulan ke depan AEC sudah mulai dijalankan. “Peningkatan kualitas dan kompetensi karyawan adalah keharusan agar kita tidak menjadi penonton dan tamu di negeri sendiri,” katanya,

    Pejabat yang juga Ketua Umum salah satu partai pemenang Pemilu 2014 ini menyampaikan, untuk mencapai itu semua dibutuhkan tiga pondasi utama. Yaitu: sinergi, dan persatuan bipartit seluruh perusahaan agar tercipta kebersamaan. Selanjutnya, peningkatan kompetensi dan kemampuan SDM, dan terakhir terciptanya pasar kerja yang luas. “Kepentingan saya atas anak perusahaan yang akan dibentuk SMI adalah terserapnya anak bangsa untuk bekerja lebih baik,” katanya menanggapi pernyataan Dirut SMI yang akan membentuk sejumlah anak perusahaan.

    Muhaimin juga mengapresiasi kemajuan yang telah dicapai Semen Indonesia, khususnya strateginya dalam memajukan perusahaan dengan restrukturisasi pembentukan holding, dan ekspansinya ke luar negeri. “Saya bangga Semen Indonesia memiliki kekuatan di Vietnam. Bahkan mengirim tenaga profesionalnya di berbagai negara yang sekaligus menunjukkan kemampuan kita di mata negara lain,” katanya.

    Kemajuan yang telah dicapai Semen Indonesia di bawah kepemimpinan Dwi Soetjipto, menurutnya, menjadi catatan penting perusahaan BUMN atau industri di tanah air. “Kita bangga memiliki anak bangsa yang berhasil menyatukan beberapa perusahaan dalam kendali perusahaan holding yang efisien, tangguh, ekspansif,” katanya. Indonesia, imbuhnya, akan memberikan kesempatan yang luas bagi anak-anaknya yang berhasil berkiprah di lingkungannya.

    “Di sepanjang jalan, saya ngobrol banyak dengan Pak Dwi. Melihat kemampuannya, layak jika Pak Dwi dipilih menjadi menteri. Kalau tidak Menteri Perindustrian, atau Menteri BIJMN,” katanya menimpali pernyataan Wabup Tuban Noor Nahar Husein sebelumnya yang menyebut orang nomor satu di SMI ini layak diusulkan menjadi Menteri Perindustrian.

    Selanjutnya, Cak Imin juga mengingatkan kepada seluruh anggota dan pengurus serikat karyawan yang hadir agar tidak hanya menuntut hak yang sifatnya normatif (fasilitas dan kesejahteraan). Lebih dari itu, serikat karyawan harus bisa beradaptasi, bisa berjaIan beriringan dengan perubahan dan tantangan yang ada demi kemajuan perusahaan. “Serikat karyawan harus berperan aktif dalam membangun kebersamaan antara karyawan dan manajemen. Dan bisa mendorong perusahaan untuk terus tumbuh dan berkembang,” katanya. (al/ed/is)

    Sumber : Gapura

    Facebook Comments

    Leave a reply