0800 1088888  EN

    Akan Jalani Assessment Center, Ini Tips Lengkapnya

    innovation, Investor, news / 15 May 2018

    [:id]Semen Indonesia secara berkala menggelar assessment center untuk karyawan, dengan menggandeng Yayasan Pembinaan dan Pendidikan Manajemen (PPM). Rencananya, assessment center akan digelar minggu depan, kepada karyawan yang ditunjuk. Untuk hal ini, Kepala Departemen Centre of Dynamic Learning Endang Persitarini, berbagi pengalaman dalam acara Learn and Share bertopik ‘Mengenal Metode Assessment’, di Ruang Synergi, Gedung Utama Semen Indonesia, Jumat (04/05).

    Secara gamblang, Endang menggambarkan tahap demi tahap tes assessment yang pernah dijalaninya. “Kadang karyawan itu kompeten dan sangat expert di bidangnya. Berhubung berbagai keunggulan itu tak muncul saat assessment center, maka assessor mengambil kesimpulan bahwa karyawan itu tak kompeten di bidangnya,” kata Endang. “Dengan berbagi pengalaman ini, saya berharap hal itu tidak terjadi lagi,” tambah Endang.

    Assessment center berdasarkan data dari British Psychological Society, adalah metode psikotes mempunyai keandalan tertinggi (0,65) jika dibanding metode lain, seperti behavior interviews (0,48-0,61), work sample tests (0,54), ability test (0,53), modern personality tests (0,39), bio-data (0,38), references (0,23), dan traditional interviews (0,05-0,19).

    Metode assessment center adalah sistem terintegrasi beberapa teknik pengukuran perilaku, mulai simulasi, tes tulis, dan wawancara,   yang dirancang untuk mengukur kompetensi karyawan. “Wajar jika dalam metode ini melibatkan banyak assessor. Bahkan, satu peserta akan diobservasi sekitar 4 assessor, kata Endang.

    Berikut beberapa tips agar sukses menjalani assessment center dari Endang:

    1. Persiapan.

    Peserta diminta untuk menjaga kesehatan, makan, dan telah belajar serta mempunyai gambaran yang akan dia lakukan saat tes. Menjaga stamina ini sangat penting, karena assessment center akan berlangsung minimal 8 jam. “Siapkan diri, rileks, dan fokus. Beri tahu keluarga saat tes, ponsel lebih baik dimatikan, agar tak terganggu,” saran Endang.

    1. Pelaksanaan: Memo In-Basket

    Saat pelaksanaan assessment center, peserta diajak berpartisipasi dalam serangkaian tes yang mengacu pada skenario situasi kerja fiktif. Assessor yang terlatih mengobservasi dan mendokumentasikan perilaku. “Ingat disitu ada CCTV banyak, ada yang di depan, atas, bahkan mungkin di setiap sudut. Semua tindak tanduk Anda akan dicatat.

    Untuk itu, berperanlah sebagai sosok pemimpin, jaga sikap. Kadang, peserta akan dihadapkan pada situasi sulit, di mana dia harus mengambil keputusan secara tepat dan cepat. Untuk itu jangan panik dan tunjukkan bahwa Anda adalah pemimpin berkelas,” ujar Endang.

    “Peserta akan bermain peran sebabgai seorang pemimpin yang baru ditunjuk, dan assessor sebagai anak buah. Sebagai pemimpin baru, diwajibkan membuat analisa, perencanaan dan pengambil tindakan yang spesifik untuk mengatasi masalah,” beber Endang.

    Aktivitasnnya meliputi menyusun perencanaan bisnis, merespon memo in basket (imel), pertemuan dengan bawahan, presentasi kepada atasan dan wawancara tentang pekerjaan.

    Biasanya, di meja peserta disediakan sebuah tempat dengan berbagai peralatan tulis. Manfaatkan, mulai dari klip sampai spidol stabillo. Semua manfaatkan untuk mendukung kinerja Anda.

    Untuk memo in basket misalnya, peserta dihadapkan situasi segera menyelesaikan semua memo yang masuk, tapi waktunya mepet dan hendak tugas luar kota. “Jangan setiap imel atau surat dibaca lalu dijawab dengan kalimat yang panjang lebar. Baca semua, lalu kelompokkan sesuai 5 M yaitu man, material, money, mechine, dan method.

    Barulah dipilah, mana yang urgen dijawab, mana yang diserahkan kepada sekretaris direksi, mana yang diabaikan, juga diurutkan sesuai tanggal. Bahkan, ada beberapa surat yang perlu dijawab dengan satu surat balasan, karena topiknya bersinggungan. Kalau pun menulis disposisi harus jelas, bawahan melakukan apa, kapan harus dikerjakan, dan hasilnya diserahkan lagi kapan,” beber Endang.

    1. Pelaksanaan: Role Play

    Peserta sebagai pemimpin akan diminta untuk menyelesaikan persoalan karyawan (subordinate interaction). Entah itu yang bandel atau masalah tertentu. Dan juga peserta diminta bertemu karyawan selevel. “Jadikan diri Anda rileks, dan kasih introduction, misalnya tanya kondisi keluarga atau suasana liburan dan sebagainya. Usahakan jangan menghakimi anak buah,. Tapi ajak dan munculkan solusi. Jika belum selesai tapi waktu habis, jangan lupa untuk mengatakan misalnya, saya ada rapat, nanti tiga jam lagi kita bertemu lagi, atau yang sejenis,” saran Endang.

    Pelaksanaan: Competency-based Interview

    Peserta diminta untuk menyampaikan pengalaman yang sebenarnya. Sampaikan secara runtut dan terstruktur. Endang memilih menggunakan metode STAR. Yaitu Situation (situasi), Task (pekerjaan), Actions (tindakan) dan Result (hasil). Endang mewanti-wanti agar menyampaikan apa adanya, menggunakan kata ‘Saya’ bukan ‘Kami’, dan menggambarkan secara detail apa yang Anda lakukan, serta hasil yang telah dicapai. Ingat, assessor menunggu Anda menyampaikan poin-poin kompetensi yang anda miliki. Jadi, saran Endang, jangan buang waktu untuk hal yang tak perlu.

    1. Pelaksanaan: Grup Execise

    Situasinya, dalam sebuah rapat tingkat BoD. Dan peserta akan dijebak dengan target pengambilan keputusan. “Padahal tidak. Bukan keputusan itu yang dinilai, tapi bagaimana peran Anda dalam diskusi itu. Nilai sempurna jika Anda bisa melibatkan peserta yang sedari diskusi hanya diam saja. Di sini tidak cari kalah menang atau selesai atau tidaknya pembahasan permasalahan, tapi yang dinilai adalah proses dan keterlibatan Anda. Jangan sekali-kali tak tahu nama peserta lain. Seorang pemimpin selalu memanggil nama, bukan ciri-ciri. Selain itu, kuasai masalah. Biasanya hanya masalah fiktif kok,” ujar Endang yang berharap semua karyawan bisa sukses menjalani assessment center.

    1. Pelaksanaan: Business Case Analysis
    1. Peserta akan disodori laporan yang tebal. Manfaatkan stabillo dan kasih catatan kecil untuk hal-hal yang ekstrem. Misalnya, produktivitas tertinggi, barang paling tak lalu dijual, pasar terbesar, pasar potensial, dll. “Temukan inovasi-inovasi baru meski itu fiktif, karena ini yang akan mendapatkan nilai maksimal,” tandas Endang. (ros)

    [:]

    Facebook Comments