0800 1088888  EN

    Agung Yunanto: Digitalisasi Jangan Sampai Blunder

    innovation, news / 24 April 2018

    [:id]

    Digitalisasi menjadi sesuatu yang tak mungkin dielakkan bagi industri yang ingin terus berkembang dan memenangi persaingan. Namun, Direktur SDM dan Hukum Semen Indonesia Agung Yunanto mengingatkan, digitalisasi ini merupakan langkah kedua.

    Tahap pertama yang mutlak dilakukan adalah men-divine proses bisnisnya. Jadi bukan terjebak untuk mendigitalisasi proses yang ada sekarang. “Kalau itu bisa dilakukan, insya Allah akan memberi dampak luar biasa bagi SMI. Makanya, dalam focus group discussion nanti mari kita cari proses-proses bisnis yang sifatnya lompatan baru di SMI. Setelah itu barulah diintegrasikan dalam proses digital,” terang Agung saat membuka Digital Summit Semen Indonesia 2018 di Gedung PPS, Gresik, Senin (23/4).

    Artinya, tegas Agung, jangan sampai Making Semen Indonesia 4.0 justru tidak mendukung profitabilitas perusahaan. “Digitalisasi harus bisa mendukung seluruh proses bisnis sehingga pendapatan maupun profit perusahaan naik, jangan malah blunder. Beri masukan-masukan mana yang bisa dipermudah dan dipersingkat, lalu kita bikin terintegrasi berbasis IT,” paparnya dalam kegiatan yang dihadiri Direktur Pemasaran dan Supply Chain SMI Ahyanizzaman, Direktur Enjiniring dan Proyek Tri Abdisatrijo serta jajaran direksi seluruh anak usaha tersebut.

    Mantan GM Human Capital PT Wijaya Karya Beton ini mengungkapkan, ICT (Information and Communication Technologies) master plan yang disusun SMI berakhir tahun lalu. Tahun ini harus disusun master plan baru sebagai rujukan kebijakan ICT periode 2018-2020. Pihaknya berharap Digital Summit 2018 menghasilkan berbagai masukan positif sebagai bahan penyusunan master plan ICT.

    “Kita telah masuk era industri 4.0. Istilah ini kali pertama muncul pada  Hannover Fair tahun 2011 di Jerman, yang intinya adalah revolusi supply chain. Bagaiman mengintegrasikan seluruh proses bisnis dalam platform digital,” cetusnya. Agung berharap Digital Summit mampu mengintegrasikan supply chain inbound, manufacturing, maupun inbound dari tim pemasaran.

    Selain itu, nanti juga ada integrasi yang interoperability antara produksi dan maintenance. “Jadi antara 4 atau 5 pabrik milik SMI Group tadi, ditunjang beberapa fasilitas pendukungnya,” beber Agung pada kegiatan yang diikuti ratusan peserta itu.

    Kadep of Strategic IT SMI Ilmanza Restuadi dalam kesempatan sama menjelaskan, Digital Summit digelar untuk menggali ide dan kreativitas para peserta. Tujuannya untuk menyelaraskan people, proses dan teknologi sesuai perkembangan teknologi industri 4.0. “Pokok pikiran yang nanti muncul dalam diskusi dan workshop menjadi bahan penyusunan ICT master plan 2018-2020,” terangnya.

    Sekaligus, acara ini sebagai dukungan SMI terhadap agenda Presiden Jokowi mewujudkan Making Indonesia 4.0. Kegiatan selama dua hari ini diisi seminar dengan pembicara Hadi Kuncoro, CEO Feedrid, yang mengupas Integrated Marketing & Supply Chain System SMI 4.0. Lalu, Virdiansyah Permana, Business Development Manager Dattabot, dengan materi Integrated Production & Maintenance System SMI 4.0, disambung Alex  Denni, Chief of Human Capital BNI, yang membahas Integrated Human Capital 4.0. Setelah seminar, tiga materi tadi akan didiskusikan lebih dalam dengan unit kerja terkait. (lin/ros)

    [:]

    Facebook Comments