0800 1088888  EN

    2015, Produksi Semen Nasional 71 Juta Ton

    news / 25 March 2013

    Asosiasi Semen Indonesia (ASI) memperkirakan produksi semen nasional pada 2015 mencapai 71 juta ton dari estimasi 2013 sekitar 55 juta ton.

    Ketua ASI, Widodo Santoso mengatakan, konsumsi semen saat ini paling banyak digunakan untuk pembangunan properti di pulau Jawa, yang mencapai 65% dari total produksi.

    “Sedangkan untuk infrastruktur, 20 persen sampai 30 persen, seperti pembangunan jalan. Kalau properti tinggi, karena penduduk semakin besar,” ucap Widodo dalam acara “Peran Industri Semen Indonesia dalam PembangunanEkonomi di Indonesia dan Asia” di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Senin (25/3/2013).

    Dalam menutupi kekurangan produksi semen, kata Widodo, para pelaku industri semen nasional melakukan rencana penilaian batu yang bisa diolah menjadi semen. “Kekurangannya, kita kan ada grading plan. Dari kreker, digiling lalu jadi semen dan dijual,” ucap Widodo.

    Saat ini, pelaku industri semen optimistis tidak akan terjadi kekurangan pasokan semen di dalam negeri karena mulai berproduksinya sejumlah pabrik semen baru pada tahun ini.

    PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) masih menjajaki pinjaman Export Credit Agency (ECA) untuk kebutuhan pendanaan sekitar USD 700 juta dalam empat tahun. “Kebutuhan kami sekitar USD 700 juta dalam empat tahun mendatang. Dari dana USD 700 juta itu, kami mencari pendanaan eksternal sekitar USD 400 juta,” tutur Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk Dwi Soetjipto, Senin.

    Dwi menambahkan, pihaknya belum akan mencairkan pinjaman pada 2013. Hal itu mengingat pendanaan belanja modal sekitar Rp 4 triliun pada 2013 telah cukup. “Untuk tahun ini belum ada pinjaman,” kata Dwi.

    Belanja modal 2013 sekitar Rp 4 triliun akan digunakan untuk dua pabrik baru di Rembang dan Padang, empat packing plant dan pengembangan ready mix. Pada 2013, perseroan akan memproduksi semen sekitar 27 juta ton.

    Selain itu, Dwi juga mengatakan, pihaknya akan masuk ke Semen Baturaja. Namun Perseroan masih menunggu izin dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perseroan kemungkinan masuk sebelum Semen Baturaja melakukan penawaran perdana saham. Terkait ekspansi di Myanmar, SMGR akan menganggarkan investasi sekitar USD 200 juta. Penjualan semen dari Myanmar akan dipasarkan ke Thailand dan Bangladesh.

    “Dana investasi sekitar USD 200 juta dengan komposisi dari pinjaman sekitar USD 140 juta dan sisanya internal. Namun itu juga tergantung partner,” kata Dwi.

    Facebook Comments

    Leave a reply