(Indonesia) TERNYATA TIDAK SEPERTI YANG DIBERITAKAN

Sorry, this entry is only available in Indonesia Click here to continue For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Di tengah polemik pendirian dan pengoperasian Pabrik Rembang, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mendapat kunjungan dari civitas academica Universitas Airlangga (Unair) pada Rabu (5/4). Rombongan yang terdiri atas kalangan dosen, alumni, mahasiswa, serta BEM lintas fakultas tersebut diterima Kepala Departemen Komunikasi dan Sarana Umum Semen Gresik Aris Sunarso, Kepala Departemen SDM Semen Gresik Himarani Widagdo, serta Kepala Departemen Produksi Bahan Baku Musiran di Kantor Pusat Semen Gresik (KPSG) Tuban. Kunjungan itu, menurut pimpinan rombongan Unair, Karyadi Mintaroem, bertujuan mendapatkan informasi langsung di lapangan soal isu lingkunann yang diembuskan dalam penolakan Pabrik Rembang. Karyadi menyatakan, mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial harus selalu bersikap kritis tapi tetap mengedepankan fakta. ”Karena itu, kami berkunjung ke sini untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat. Harapannya, mahasiswa keluarga besar Unair dapat lebih objektif dalam menyikapi polemik Semen Indonesia di Rembang,” jelasnya. Kunjungan lapangan dia harapkan dapat memberikan pemahaman tentang fakta sesungguhnya serta tidak hanya melihat dan mendengar dari perspektif media. Menanggapi hal tersebut, Kadep Komunikasi dan Sarana Umum Aris Sunarso mengatakan, sebagai perusahaan BUMN, Semen Indonesia selalu terbuka bagi mahasiswa yang ingin melihat langsung di lapangan tentang pengelolaan lingkungan dan pabrik Semen Indonesia di Tuban. Dalam kesempatan tersebut, manajemen Semen Indonesia memaparkan pengelolaan lingkungan yang telah dikerjakan di Tuban selama 20 tahun. Mulai penambangan bahan baku hingga proses reklamasi pascatambang. Reklamasi tambang tanah liat dan batu kapur menjadi perhatian kalangan mahasiswa itu. Lahan pascatambang tanah liat yang diubah menjadi embung dengan cadangan air hingga 5 juta meter kubik dan mampu mengairi area persawahan seluas 200 hektare membuat civitas academica Unair kian antusias. Melihat pengelolaan pabrik dan lingkungan di Pabrik Tuban, para mahasiswa tersebut tercengang dengan kondisi langsung di lapangan. Menurut mereka, kabar yang berkembang di media sosial menyebutkan bahwa pabrik Semen Indonesia merusak lingkungan, tidak ada pengelolaan pascatambang, dan berpotensi mengganggu cadangan air. ”Ternyata tidak seperti yang diberitakan selama ini. Proses reklamasi dijalankan dengan baik dan cadangan air justru meningkat. Kami tidak akan memaksa mahasiswa untuk cerita A atau B. Biarlah mereka cerita apa adanya. Nyatanya, ini jauh dari pemberitaan selama ini. Lihat faktual, foto, dan ceritakan kepada teman-teman yang lain,” ungkap Karyadi. Selepas dari kunjungan lapangan di lokasi tambang dan reklamasi Pabrik Tuban, rombongan Universitas Airlangga itu bertolak menuju Pabrik Rembang. Di sana, mereka disambut GM of Project Counterpart Otto Andri Priyono dan Head of Opr Prep & Commissioning Div Gatot Mardiana di Gedung CCR Pabrik Rembang. (bwo/iv)