Sutiyoso: Jaga Kekompakan untuk Menangi Persaingan

PT Semen Indonesia menggelar acara pisah sambut direksi dan komisaris yang purnabakti diiringi kegiatan halalbihalal usai Idul Fitri 2018, Selasa (3/7) malam. Dalam kesempatan itu, Komisaris Utama Semen Indonesia Sutiyoso berpesan kepada seluruh jajaran agar tetap menjaga kekompakan untuk memenangi persaingan yang saat ini makin berat.

“Kita menghadapi persaingan yang makin ketat, pesaing kita berat, karena itu perjalanan juga akan terjal dan mendaki untuk dapat tetap eksis serta mendapat keuntungan yang layak. Dengan kondisi itu, betapa pentingnya kita menjaga kekompakan di dalam perusahaan ini,” ujar Sutiyoso saat memberikan sambutan.

Menurut dia, persaingan yang berat itu dirasakan manajemen saat ini dan menimbulkan keprihatinan tersendiri. “Saya prihatin karena keuntungan Semen Indonesia tahun 2016 itu Rp 4,5 triliun, tahun lalu hanya tinggal separuhnya. Jadi kita patut prihatin dan tentu saja kami manajemen berusaha untuk dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain baik dalam negeri maupun luar negeri,” tuturnya.

Sutiyoso menilai menjaga kekompakan dalam perusahaan menjadi salah satu solusi untuk memenangi persaingan di pasar. “Dalam arti, kita kan sudah di era demokrasi, perusahaan ini juga seperti itu. Artinya, kita di manajemen ini terbuka untuk dikoreksi, kalau memang ada penyimpangan ataupun ada kekurangan,” paparnya.

Semen Indonesia, lanjut dia, mesti dipandang seperti keluarga, milik bersama. “Oleh karena itu, jika dianggap ada sesuatu yang dinilai tidak benar, yuk kita dialog saja. Jangan tiba-tiba misalnya keluar di media. Ini tentu negatif dan merugikan perusahaan dalam persaingan ini. Biasanya ini dieksploitasi oleh lawan-lawan kita,” ucapnya.

Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso menambahkan, memang Semen Indonesia sedang menghadapi persaingan yang makin berat, tapi manajemen menurutnya tetap berupaya untuk memenanginya. Dia sudah menerapkan sejumlah strategi dalam memasuki pasar semen. Misalnya, Semen Padang harus fokus menggarap pasar potensialnya yaitu Sumatera. Demikian juga anak perusahaan lain fokus di wilayah pemasarannya.

“Acara pisah sambut ini sudah direncanakan 7 bulan lalu, namun baru terlaksana kali ini. Meski demikian, hal itu tidak menyurutkan semangat untuk tetap silaturahmi dengan bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian. Pisah sambut ini jangan dimaknai sebagai perpisahan, karena bagaimanapun juga kita akan tetap menjadi satu keluarga besar Semen Indonesia,” ujar Hendi dalam acara yang di gelar di Rumah Maroko, Menteng, Jakarta tersebut.

Dalam kesempatan itu, jajaran direksi dan komisaris Semen Indonesia yang purnabakti antara lain Almarhum Rizkan Chandra (mantan direktur utama), Budi Siswoyo (mantan direktur), Johan Samudra (mantan direktur), Darmawan Junaidi (mantan direktur), Ahyanizzaman (mantan direktur), Aunur Rosyidi (mantan direktur), Mahendra Siregar (mantan komisaris utama), Djamari Chaniago (mantan komisaris), Hambra (mantan komisaris), Marwanto Harjowirjono (mantan komisaris) dan Muchamad Zaidun (mantan komisaris).

Johan Samudra yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, dirinya mewakili direksi purnabakti mengapresiasi dan menghargai digelarnya acara pisah sambut serta halalbihalal tersebut. “Dengan adanya acara ini, kami bisa bertemu dengan kawan-kawan, serasa membangkitkan nostalgia lama,” paparnya.