SMI JAJAKI PELUANG PASAR TIMTENG MELALUI JORDAN

Semen Indonesia berpartisipasi dalam JOENERGY, Jordan Build, and Rebuild Syria Expo and Conference. Even yang bertema pembangunan Jordania dan Syria ini digelar di Jordan selama 4 hari, 30 Juli – 2 Agustus 2017. Selain pameran dan konferensi, even ini juga diisi Semen Indonesia dengan pertemuan bisnis bersama pemerintah Jordania maupun pengusaha, khususnya dari sektor industri semen dan bahan bangunan. Delegasi Semen Indonesia dipimpin Komisaris Utama Letjen (Purn) TNI DR (Hc) Sutiyoso.

Kunjungan ini difasilitasi oleh Indonesia-Jordan Business Council (IJBC) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia Amman, Jordan (KBRI). IJBC merupakan forum konsultasi dan komunikasi yang menjembatani antara pengusaha atau perusahaan Indonesia dan Jordan.

Pada hari pertama, rombongan SMI disambut oleh Duta Besar Indonesia di Jordan, Andy Rachmianto. Dalam sambutannya di Kantor KBRI, Andy mengatakan bahwa banyak potensi Jordan yang bisa digali dan hubungan investasi Indonesia-Jordan akan terus didukung. Senada juga dengan optimisme yang disampaikan Komisaris Utama Sutiyoso, bahwa konflik pasti berakhir. Jordan merupakan “hub” yang strategis mengingat kondisi negara-negara di sekitarnya.

“Jordan tidak terlalu besar wilayahnya dan tidak memiliki banyak penduduk, hanya fosfat dan potasium sebagai kekayaan sumber daya alamnya, namun posisinya sebagai hub lah (penghubung) yang menjadikan Jordan potensial,” ungkapnya.

Komut Sutiyoso menyampaikan bahwa SMI turut hadir untuk semakin menunjukkan keberadaannya kepada dunia internasional. Selain itu, tentu juga dalam rangka penjajakan atas potensi bisnis yang ada di Timur Tengah, salah satunya adalah Jordan. Jordan dipandang sebagai wilayah yang strategis dan juga keamanannya relatif kondusif di antara negara lain di Timur Tengah. Mengenai potensi, Menteri Negara Urusan Investasi Jordan, Muhannad Shehadeh, yang juga ikut menyambut SMI, mengungkapkan bahwa Jordan sangat terbuka dan menyambut baik investor untuk turut bekerjasama membangun Jordan dan negara sekitar.

Negara ini terus berbenah dan menyusun kebijakan-kebijakan yang pro investor, seperti misalnya masalah perijinan dan hal-hal administratif lainnya. Pendorong ekonomi Jordan adalah ekspor dan pariwisata. Namun yang paling penting adalah posisinya sebagai “hub” dan itu akan menjadi peluang besar ke depan nantinya. Jordan, disebutkan juga, dapat menjadi pintu untuk produk Indonesia ke negara-negara yang sudah memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Jordan. Jordan memiliki banyak potensi investasi, seperti misalnya dalam bidang energi, infrastruktur, pariwisata, industri, dan lain sebagainya. “Jordan is very inviting,” sebutnya.

Dalam pembicaraan singkat, Direktur PULB, Budi Siswoyo menyampaikan bahwa kunjungan Jordan ini sifatnya masih penjajakan awal.

“Kita ingin mengetahui dan mengenal bagaimana kondisi dan potensi yang ada.” Terdapat beberapa potensi yang saat ini dikaji dan salah satunya adalah Jordan. Khusus Jordan, Budi mengungkapkan, “Good news bad news but challenging, ada risiko namun juga ada peluang, tunggu saja.” JOENERGY, Jordan Build, and Rebuild Syria Expo and Conference, diikuti oleh ratusan perusahaan baik dari Jordan maupun internasional.

SMI sendiri bukan kali pertama mengikuti pameran di luar negeri. Belum lama, SMI berpartisipasi dalam pameran di Filipina. Sebagaimana visinya, SMI akan semakin menunjukkan keberadaannya dalam tataran internasional. SMI memiliki kerangka strategi 3+1, salah satunya adalah ekspansi regional. Peluang akan terus dicari dan dioptimalkan. (tf)