(Indonesia) Semen Indonesia Lirik Budidaya Perikanan

Sorry, this entry is only available in Indonesia Click here to continue For the sake of viewer convenience, the content is shown below in the alternative language. You may click the link to switch the active language.

Semen Indonesia bekerjasama dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Tuban berencana mengembangkan sentra budidaya ikan terpadu di wilayah Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.
Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) terkait pengembangkan sentra budidaya ikan terpadu tersebut dilakukan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Tuban, Ir. M Amenan, MT dengan General Manager Departement Finance Dan Human Capital PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk, Nur Widjayanti. Penandatangan kesepakatan tersebut berbarengan dengan kegiatan Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan) dilapangan Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak, Selasa (03/07/2018).
“Untuk mengembangkan peternakan budidaya ikan lele ini kita bekersama dengan Semen Indonesia. Dan sebagai pilot project kita lakukan di Kecamatan Merakurak,’’ terang Amenan disela-sela kegiatan arak-arakan (kirap) gunungan berisi 6000 lele ditata berbentuk kerucut menyerupai gunung, serta perlombaan “gogo ikan” (tangkap ikan) diarea aliran penampungan sungai (dam) Merakurak.

Menurutnya, dipilihnya budidaya ikan lele ini dikarenakan yang paling dimungkinkan dilakukan oleh masyarakat luas. Selain itu, juga budidaya ikan lele ini relatif lebih mudah dan biaya produksinya juga lebih murah jika dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya.

‘’Kita mempunyai angan-angan setiap genangan air itu dapat digunakan untuk budidaya ikan. Hal ini selain untuk memenuhi asupan gizi juga dapat digunakan pengembangan ekonomi masyarakat,’’ ungkapnya.
Lebih lanjut Amenan mengatakan, di Tuban sendiri produksi ikan air tawar baru sekitar 17.000 ton pertahun. Produksi ikan tersebut masih kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sehingga, peluang untuk membudidayakan ikan sebagai penopang ekonomi masyarakat masih sangat terbuka.
‘’Belum lagi untuk memenuhi kebutuhan ekspor serta konsumen luar daerah  Tuban. Jadi peluang untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar salah satunya ikan lele ini masih terbuka lebar sekali,’’ ujar Amenan.
Terpisah, General Manager Departement Finance Dan Human Capital PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk, Nur Widjayanti mengatakan, Semen Indonesia melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) harapannya dapat membantu dibidang pembenihan lele mulai dari komponen indukan, lokasi terpadu untuk pemijahan, teknologi, dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).
‘’Bidang ini strategis untuk didukung karena kebutuhan bibit masih kurang terpenuhi untuk area Tuban dan sekitarnya. Dan menjadi hulu bisnis vital dari budidaya lele,’’ ungkapnya.
Momentum tersebut memiliki arti penting bagi Semen Indonesia pabrik Tuban, khususnya di bidang CSR (Bina Lingkungan) yang sementara sekarang dikelola oleh Setiawan sebagai Kepala Biro CSR SMI di Tuban . Melalui penandatangan kesepakatan bersama itu, maka Semen Indonesia Pabrik Tuban dapat menuai citra positif yang kuat sebagai perusahaan yang berkomitmen memberdayakan masyarakat melalui usaha-usaha produktif dan berkontribusi aktif dalam dalam mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Tuban.
Sementara itu, Ketua Paguyuban “Sumber Ikan” Kecamatan Merakurak, Sholahudin berharap Pemkab Tuban dan Semen Indonesia dapat membantu untuk pengembangan budidaya lele yang ada diwilayah Kecamatan Merakurak. Sehingga, kedepan budidaya lele ini mampu menjadi salah satu sumber perekonomian masyarakat.

‘’Kita butuh pendampingan mulai pembenihan, pembuatan pakan sampai  dengan budidayanya. Dan yang tidak kalah lebih penting dari itu pengolahan dan pemasarannya,’’ ujar Sholahudin. (al/humastbn)