Saatnya Bangkit Perbaiki Kinerja

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110 diharapkan  jadi momentum bagi manajemen dan karyawan Semen Indonesia, untuk kembali bangkit mengejar kinerja tahun lalu yang kurang menggembirakan.

Demikian disampaikan Direktur Produksi Semen Indonesia Benny Wendry, saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-110, di Halaman Gedung Rancang Bangun, Kawasan Pabrik Semen Gresik, Rabu (23/05).

Benny mengatakan, peringatan Harkitnas ini hendaknya jadi momentum bagi manajemen dan karyawan untuk kembali bangkit mengejar kinerja tahun lalu yang kurang menggembirakan. “Marilah kita memberikan kinerja terbaik. Kita menyadari persaingan mendatang akan semakin berat, karena di awal tahun 2018 ada kelebihan pasokan semen, tak kurang dari 30 juta ton.  Ini tantangan kita semua untuk meningkatkan sinergi, efisiensi, dan inovasi di berbagai bidang. Agar mampu meningkatkan daya saing perusahaan,” tandas Benny, di hadapan peserta upacara yang terdiri dari seluruh karyawan SMI dan perwakilan anak perusahaan.

“Bercermin dari sejarah Pendirian Budi Utomo tahun 1908, semangat kebangsaan dimulai. Perjalanan Budi Utomo yang dimotori dr Wahidin Sudiro Husodo dan dr Sutomo, dilanjutkan pemuda pada tahun 1928 hingga melahirkan Sumpah Pemuda, sehingga kita bisa merdeka di tahun 1945,” kata Benny, dalam amanatnya, membacakan sambutan dari Direktur Utama.  “Dalam bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tambah dia.

Dalam perjalanan bangsa Indonesia, akhirnya memunculkan tekat bahwa NKRI adalah harga mati, yang tak bisa ditawar lagi.  Meski begitu, di era teknologi digital ini, ancaman kepada NKRI tak lagi surut. Ancaman  radikalisme dan terorisme, mendapatkan tempat baru untuk penyebaran paham dan praktiknya. Belum lagi ancaman kultural yang semakin luntur, dengan maraknya kekerasan, pornografi yang terjadi pada generasi muda.  “Ini menjadi persoalan kultural generasi bangsa yang cukup memprihatinkan,” ujar mantan Direktur Utama Semen Padang ini.

Karenanya, dalam peringatan Harkitnas ke-110 ini, pemerintah  mengambil tema: ‘Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia di Era Digital’.  “Tantangan apapun yang dihadapi bangsa ini, harus dijawab dengan kerja nyata secara mandiri dan berkarakter. Oleh karena itu, sebagai bangsa, kita harus bersama-sama memenangkan persaingan di kancah global. Karena lawan kita semakin banyak,” tandas dia.

Secara substansi nilai kepahlawanan kejuangan Budi Utomo, harap Benny, bisa melekat di hati dan setiap langkah keluarga besar  SMI grup. Pada pidato tanggal 17 Agustus 1957, Presiden Soekarno menyampaikan kekaguman dan apresiasi, bahwa bangsa Indonesia mampu membangun industri yang kelak akan menopang pembangunan di Indonesia. “Alhamdulillah, cita-cita Bung Karno bisa kita wujudkan. SMI berkontribusi dalam karya nyata dan memberikan kebanggaan bangsa Indonesia. Bahwa sumber daya SMI adalah unggul dan tak kalah dari lainnya,” simpul Benny.(ros/bwo)