Proyek Pembangkit WHRPG Dimulai, Semen Indonesia Mendapatkan Bantuan Rp 118 Miliar dari Jepang

Pembangunan pembangkit listrik dengan memanfaatkan gas buang atau Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) di Pabrik Tuban resmi dimulai Rabu (22/10). Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan ground breaking yang dihadiri jajaran direksi Semen Indonesia, JFE Engineering Jepang dan Muspida Kabupaten Tuban.

Pelaksanaan ground breaking diawali dengan serah terima dokumen JCM Subsidi For  yang merupakn perjanjian kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang. Serah terima dokumen Joint Crediting Mechanism (JCM) Subsidi tersebut diwakili Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto dan Managing Director JFE Enginering Tetsuo Tsuyuguchidi yang merupakan representasi wholesale nfl jerseys Kementrian Lingkungan Hidup Pemerintah Jepang.

Proyek yang direncanakan selesai dalam 26 bulan senilai Rp 638 miliar ini, mendapatkan bantuan subsidi dari pemerintah Jepang beruba hibah senilai Rp 118 Miliar dari program Joint Crediting Mechanism (JCM). “Proyek ini merupakan kerjasama dengan  pemerintah Jepang, kita mendapat bantuan hibah senilai Rp 118 miliar,” terang Dirut Semen Indonesia Dwi Soetjipto.Pembangunan WHRPG berkapasitas 30,6 MW ini akan menggunakan mesin dengan kandungan lokal sebesar 52 persen sedang kan sisanya akan dipasok dan Jepang.

Dirut Semen Indonesia Dwi Soetjipto mengatakan, terdapat empat aspek penting dalam proyek WHRPG tersebut. Yakni aspek efisiensi lantaran dari proyek tersebut Feuerwerk perusahaan dapat menghemat biaya listrik hingga Rp 120 miliar per tahun. Ini juga berarti mengurangi penggunaan listrik PLN sebesar cheap jerseys China 152 juta KWh per tahun. Selain itu, dengan pemanfaatan gas buang pabrik Tuban l-IV akan menekan emisi C02 sebesar 122 ribu ton per tahun. “Kerjasama pembangunan WHRPG ini menyangkut empat aspek penting, efisiensi, lingkungan, employment dan transfer teknologi,” ungkapnya.

Dirut menambahkan, proyek tersebut juga menyangkut aspek employment lantaran dengan adanya unit tersebut akan dibutuhkan tenaga kerja untuk operasional. Dari proyek WHRPG ini juga diharapkan dapat dilakukan transfer teknologi. 2005 Dirut berharap kedepan teknologi WHRPG tersebut dapat dipelajari, sehingga dapat membuat sistem dan peralatannya sendiri. “Kedepan kita harus pelajari teknologinya agar dapat membuat sistem dan alatnya sendiri sehingga tidak perlu kerjasama dengan pihak lain,” tandasnya.

Sementara Direktur Produksi Semen Indonesia Suparni menyatakan WHRPG ini sebelumnya telah di bangun di pabrik Indarung V Padang dengan kapasitas 8,5 MW yang sudah beroperasi sejak 2011 lalu. Hebatnya, pembangkit ini tanpa biaya operasional lantaran tidak memakai bahan bakar. Namun untuk kemungkinan penerapan di pabrik Rembang nantinya akan dikaji cheap jerseys dan dikalkulasikan terlebih dahulu apakah perlu dilakukan pemasangan WHRPG. Pasalnya, desain pre heater Pabrik Rembang sudah menyerap panas cukup banyak sehingga panas gas buang tidak terlalu panas. Hitungannya, tenaga panas buang ini hanya memungkinkan untuk menghasilkan 4 hingga 6 MW.

“Untuk pabrik Rembang nanti kita kaji dulu apakah perlu dipasang WHRPG, lantaran dalam proses preheaternya sudah menyerap panas cukup banyak,” terang alumni Teknik listrik ITS Surabaya ini. (bwo)

Sumber : Gapura

3 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.