Lahan Gersang Kerontang itu Kini Hijau Merindang

Di tengah gerimis, Sunardi, 50, warga Desa Kajar, Kecamatan Gunem, Rembang, Jawa Tengah, semangat mencabuti rumput liar di antara tanaman buah di lahan belakang rumahnya. Ia sedang merawat pohonpohon buah setinggi satu meter yang ditanam tiga bulan lalu.

Pemandangan serupa juga terlihat di beberapa desa lain sekitar pabrik semen Rembang seperti di Tegaldowo, Pesucen, Timbrangan, dan Kadiworo. Warga tampak giat merawat berbagai tanaman buah, seperti pisang, mangga, dan rambutan.

“Tanaman ini memang belum berproduksi. Namun, sebelumnya di sini tanaman sulit tumbuh, sekarang subur setelah banyaknya air dari embung yang dibangun oleh PT Semen Indonesia,” kata Hardjono, 37, warga Desa Tegaldowo.

Sejauh mata memandang di lima desa di sekitar pabrik, jika sebelumnya gersang dan kerontang, terutama saat musim kemarau, kini menghijau dengan berbagai tanaman. Bahkan berbagai budi daya perkebunan hasil binaan PT Semen Indonesia, seperti pepaya calina dan pisang tanduk yang sebelumnya tidak bisa tumbuh, sekarang subur.

Tidak hanya sekitar pabrik, jalur pantura SarangRembang juga rindang dengan menghijaunya ribuan pohon mahoni. Demikian juga Pantai Banggi, Rembang, yang sebelumnya tergerogoti abrasi, sekarang aman karena melebatnya tanaman mangrove yang membentengi.

“Ini merupakan industri penambangan berwawasan lingkungan dan sekaligus akan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.”

“Kami sebelumnya khawatir rumah kami diterjang gelombang. Sepuluh tahun lalu jarak rumah dengan bibir pantai sekitar 1 kilometer, kini tinggal beberapa ratus meter akibat abrasi,” kata Nurdin, 45, warga Desa Pasar Banggi.

Ribuan pohon mangrove, lanjut Nurdin, yang ditanami PT Semen Indonesia kini menjadi penyelamat dari gempuran ombak. Saat peringatan Hari Bumi lalu Partai NasDem menambah 2.000 tanaman mangrove dan cemara laut hingga semakin menghijaukan sekaligus mengamankan garis pantai.

Program penghijauan ini dirancang dan dilaksanakan jauh sebelum pabrik semen dibangun tiga tahun lalu. PT Semen Indonesia mengawali dengan menanam 10.000 pohon mangrove di Pantai Banggi, kemudian 16.000 pohon mahoni di sepanjang jalur pantura SarangRembang.

Bupati Rembang Abdul Hafids mengatakan, sejak 1996 ada 19 izin penambangan di wilayahnya, tetapi tidak ada satu pun yang melakukan perbaikan terhadap lingkungan. Bahkan, mereka meninggalkan kerusakan lahan karena ditinggalkan begitu saja selesai ditambang.

Berbeda dengan PT Semen Indonesia. Sejak berdiri, lanjut Hafids, pabrik yang memiliki kapasitas 3 juta ton per tahun ini telah berkiprah begitu banyak dalam hal lingkungan. Padahal, pabrik itu hingga saat ini belum melakukan penambangan.

“Ini merupakan industri penambangan yang berwawasan lingkungan dan sekaligus akan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar,” pungkas Hafids.

Media Indonesia