Gaungkan Nasionalisme di Ujung Timur Indonesia

Merdeka!!! Merdeka!!! Merdeka!!! Teriak Plt. Direktur Utama Semen Indonesia, Darmawan Junaidi, saat memberikan sambutan dalam upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 di titik nol Distrik
Sota, Merauke, Kamis (17/8).

Pekik semangat kemerdekaan yang diteriakkan oleh Darmawan pun disambut pekik kemerdekaan oleh ratusan peserta upacara yang membuat nuansa nasionalisme menggema di ujung timur Indonesia. Tahun ini, Semen Indonesia memang sengaja memusat kan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 di bumi Cenderawasih. Bertindak sebagai inspektur upacara Plt Dirut Semen Indonesia, Darmawan Junaidi, pun disambut dengan penyematan pakaian adat oleh ketua Suku Kanum, Martin Diken. Hal tersebut merupakan ucapan selamat datang yang sekaligus bermakna kebersamaan dan menjadi bagian dari keluarga suku Kanum.

Dalam sambutannya, Darmawan menyebut bahwa 72 tahun adalah usia yang tidak lagi muda bagi Indonesia. Karena itu, semua elemen masyarakat harus bahu membahu membawa Indonesia untuk berdaulat dibidang politik, berdikari dibidang ekonomi dan berkepribadian dibidang budaya.

“Dada ini rasanya bergolak untuk selalu memekikan kata MERDEKA yang membahana di seluruh jagad Semesta Raya. Kita ingin buktikan kepada Dunia bahwa kita adalah Bangsa yang berkeTuhanan dalam kemanusiaan yang beradab, bangsa yang disatukan dalam ke Bhinnekaan Adat dan Budaya. Selalu bermusyawarah mencapai mufakat dalam perbedaan pendapat, demi mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya penuh semangat.

Kekayaan alam yang dimiliki Indonesia menurutnya harus menjadi kedaulatan bangsa sepenuhnya untuk memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi negara dan rakyat. Sementara Sumberdaya Manusia (SDM) disebutnya sebagai kualitas pribadi luhur dengan kearifan lokal.

“Kita semua bertanggungjawab untuk terus meningkatkan kemampuan daya saing dalam percaturan dan pergaulan di tingkat glogal yang terus berubah secara dinamis,” tandasnya.

Pria yang juga merangkap sebagai Direktur Keuangan ini mengatakan bahwa Indonesia dianugerahi kekayaan alam dan sumberdaya manusia yaang unggul. Dari tanah Papua, dia menyebut nama Boaz Salossa dan Titus Bonai yang membanggakan Indonesia dalam dunia sepakbola hingga nama Kristian Murib, siswa SD yang meraih medali emas olimpiade matematika tingkat Asia.

“Papua adalah bagian dari NKRI, mesti siap memenuhi panggilan sejarah untuk bersama-sama tumbuh dan terus bergerak dalam pembangunan negara yang dinamis dengan meningkatkan kompetensi dan profesionalitas di segala bidang, untuk kemajuan, kemakmuran dan kedaulatan kita bersama,” tegasnya.

Selain upacara yang dihadiri oleh Direktur SDM dan Hukum Semen Indonesia, Agung Yunanto, Direktur Komersial Semen Tonasa, Tri Abdisatrijo, Direktur Keuangan Semen Padang, Tri Hartono Riantono, serta sejumlah pimpinan perusahaan BUMN, forpimda Merauke, Ketua Suku Kanum, Semen Indonesia juga menggelar sejumlah lomba rakyat seperti lomba panjat pinang, lomba panahan, lomba tarik tambang hingga lomba makan kerupuk.

Tak hanya itu, di ujung timur Indonesia, di titik nol, di pelataran tugu survey yang hanya beberapa meter dari perbatasan dengan Papua Nugini, Plt. Dirut Semen Indonesia, Darmawan Junaidi, menandatangani kantong semen ke 1708 metrik ton untuk program penurunan disparitas harga semen di pedalaman Papua. Program ini merupakan komitmen perseroan untuk mendukung program pemerintah dalam memberikan kemudahan dan pemerataan pembangunan khususnya diwilayah ujung timur Indonesia. (bwo)