Dirut SMI Kunjungi Kampus Baru UISI

Megahnya Gedung 1 Kampus B Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) yang merupakan bekas coal mill mengundang keingintahuan Dirut SMI Hendi Prio Santoso. Didampingi Direktur Produksi Benny Wendry, Direktur Strategi Bisnis dan Pengembangan Usaha (SBPU) Doddy Sulasmono Diniawan, serta Sekper Agung Wiharto, Kamis (28/9) siang, Hendi melihat-lihat gedung yang baru saja diresmikan tersebut. Mantan dirut PGN (Perusahaan Gas Negara) itu tampak terkagum-kagum melihat lingkungan kampus yang merupakan bekas Pabrik Gresik. Begitu pula saat memasuki gedung, berjalan-jalan di koridor, serta menengok sejenak aktivitas perkuliahan. “Ini apa? Oh meja khusus untuk tempat belajar mahasiswa ya,” celetuk Hendi saat melihat meja panjang yang mepet di dinding, legkap dengan beberapa lampu belajar. Gedung 1 Kampus B UISI diresmikan oleh Plt Dirut SMI Darmawan Junaidi pada Senin (7/8) silam. Fasilitas belajar bernuansa pabrik tersebut dibangun selama lima bulan oleh PT Swadaya Graha. Bisa jadi, di Indonesia ini baru UISI yang memiliki ruang perkuliahan dari bekas fasilitas penghancur batubara. Sebelumnya, saat berdiskusi dengan jajaran rektorat di Kampus A, Hendi mendapat pemaparan tentang seluk beluk UISI. Hendi pun tak segan bertanya mengenai sejarah berdirinya UISI, jumlah mahasiswa, ruang kuliah, hingga akreditasi. “Kami hadir untuk menjawab kebutuhan korporasi, mendukung inovasi yang dilakukan SMI. Tegasnya, pendirian UISI diharapkan mampu memberikan inovasi yang mendukung perkembangan bangsa dan negara, khususnya SMI,” terang Rektor UISI Prof Dr Ing Herman Sasongko, didampingi jajaran rektorat. Perguruan tinggi yang sebelumnya bernama STIMSI (Sekolah Tinggi Manajemen Semen Indonesia) itu merupakan bagian integral dari konsep SICC (Semen Indonesia Center of The Champs). UISI diharapkan dapat merealisasikan center of excellence demi kemajuan SMI ke depan. “Kurikulum UISI berbasis pada bisnis praktis, dan kami punya empat nilai untuk membangun karakter mahasiswa. Yaitu menjadi pembelajar yang unggul, peneliti inovatif, pejuang yang sportif, dan pemimpin yang inspiratif,” tambahnya. Ke depan UISI berencana mendirikan Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) serta Fakultas Keperawatan. Pasalnya SMI sudah memiliki Rumah Sakit Semen Gresik (RSSG) yang bisa dijadikan sarana belajar dan magang. Guna mendukung perkembangan kampus, sebut Herman, pihaknya mulai mengirim dosen ke luar negeri untuk studi S-3. “Kami juga baru mendirikan Asosiasi Perguruan Tinggi BUMN (Aperti) yang beranggotakan lima perguruan tinggi yaitu UISI, STT PLN, Universitas Pertamina, Telkom University, dan Politeknik Pos Indonesia. Rencananya kami launching tanggal 28 Oktober nanti,” tutup Herman. (lin/fir)