2 Program Pemberdayaan Warga Sekitar Pabrik Semen, Dianggap Menjanjikan

2 Program Pemberdayaan Warga Sekitar Pabrik Semen, Dianggap Menjanjikan

Budidaya pepaya menjadi salah satu program PT. Semen Indonesia untuk memberdayakan masyarakat sekitar pabrik.

Budidaya pepaya menjadi salah satu program PT. Semen Indonesia untuk memberdayakan masyarakat sekitar pabrik.

Gunem – Pabrik semen PT. Semen Indonesia di Kab. Rembang menggulirkan 2 program pemberdayaan masyarakat, yang berkaitan dengan tanaman.Pimpinan proyek pabrik semen Kab. Rembang, Heru Indrawijayanto menjelaskan yang sudah berjalan adalah budidaya pepaya calina di beberapa desa sekitar ring 1 pabrik. Pihaknya membantu bibit, pelatihan bahkan sampai pemasaran. Karena sangat potensial, maka kedepan layak dikembangkan.

Pepaya calina cocok, meski pada lahan kering sekalipun. Usia 6 bulan 20 hari, tanaman sudah mulai bisa dipanen dan akan terus berbuah hingga umur 3 tahun kemudian. Luas lahan 1 hektar, biasanya mampu ditanami 1.500 batang pepaya calina. Kalau berhasil, setidaknya petani mampu meraih omset belasan juta rupiah per bulan.

Selain pepaya calina, PT. Semen Indonesia juga bekerja sama dengan Perhutani, untuk mengembangkan rumput raja atau king grass. Dibandingkan rumput gajah, ukuran king grass jauh lebih tinggi.
Saat ini disiapkan lahan seluas 50 hektar. Daun rumput raja digunakan sebagai pakan ternak, nantinya PT. Semen Indonesia siap membuat sentra – sentra peternakan. Sedangkan batangnya akan dibeli oleh PT. Semen Indonesia, untuk bahan bakar alternatif. Setelah diperas, cairan dari batang tersebut menghasilkan etanol, kemudian ampasnya dibakar guna menunjang operasional pabrik. Tak melulu mengandalkan batubara. Harapannya, petani bisa mengantongi penghasilan Rp 3,5 juta, tiap pengelolaan lahan rumput raja seper empat hektar.

Peluang bahan bakar alternatif rumput raja, menurutnya cukup menjanjikan di Kab. Rembang. Beda dengan pabrik semen di Tuban, Jawa Timur yang banyak mengandalkan bahan bakar alternatif sekam padi.

Sumijan, warga desa Pasucen Kec. Gunem mengungkapkan masyarakat di kampungnya memang menunggu program pemberdayaan semacam itu. Bagi warga yang sudah berusia 40 tahun keatas, kalaupun tidak bisa bekerja di pabrik semen, masih tetap memiliki peluang mencari nafkah dari budidaya pepaya calina dan rumput raja. (MJ – 81).